GILANGNEWS.COM - PT Pertamina (Persero) mengaku memiliki piutang sebesar Rp28,95 triliun di pemerintah hingga akhir tahun 2017. Piutang ini merupakan akumulasi dari piutang-piutang sebelumnya.
Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengatakan, angka subsidi itu terdiri dari subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi 3 kilogram (kg) sebesar Rp25,45 triliun, keperluan operasional Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebesar Rp3,5 triliun, dan konversi BBM nelayan ke elpiji sebesar Rp1 triliun.
“Namun ini statusnya belum diaudit (unaudited) dan ini akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya,” jelas Arief di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (29/1/2018).