GILANGNEWS.COM - Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dhofiri, mengaku sampai saat ini Polisi terus mendalami motif pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina. Saat ini pelaku masih menjalani perawatan akibat dua tembakan yang diterima saat hendak dilumpuhkan.
"Dua tembakan di lutut kanan dan lutut kiri, dan ketika jatuh itu pelaku dikeroyok massa. Jadi kondisinya memang masih belum stabil," kata Dhofiri saat meninjau tempat kejadian perkara, Ahad (11/2).
Untuk kronologis kejadian, Dhofiri menjelaskan, pelaku masuk melalui gerbang depan dan membacok satu orang jemaat atas nama Budijono. Korban mengalami luka sabetan parang di punggung dan leher.