GILANGNEWS.COM — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan program tahun anggaran 2027 di tingkat Kecamatan Pekanbaru Kota telah digelar pada Rabu (4/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Pekanbaru Kota, Jalan Tuanku Umar, ini dihadiri langsung Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho serta sejumlah anggota DPRD Pekanbaru dari daerah pemilihan I.
Forum perencanaan tahunan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan prioritas pembangunan di wilayahnya.
Sejumlah persoalan yang disuarakan warga masih didominasi isu klasik seperti banjir dan perbaikan drainase, di samping sektor pendidikan, kesehatan, bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masalah sosial lainnya.
Anggota DPRD Pekanbaru, Roni Amriel, yang hadir dalam kegiatan itu, mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru agar seluruh usulan masyarakat tidak berhenti pada tataran pencatatan semata. Ia menegaskan Musrenbang harus menghasilkan program nyata yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
“Kita minta Pemko benar-benar mampu mengakomodasi kebutuhan dan usulan prioritas masyarakat, terutama yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Roni Amriel, Kamis (5/2/2026).
Salah satu isu strategis yang mencuat dalam forum tersebut adalah penataan dan pembenahan sistem drainase. Persoalan ini dinilai menjadi prioritas utama guna mengurangi potensi banjir yang masih kerap terjadi di sejumlah titik Kota Pekanbaru.
Pemko diketahui telah menyiapkan anggaran penanganan drainase pada 2026 sebesar Rp100 miliar, yang diharapkan berdampak langsung pada pengurangan genangan air secara bertahap.
Selain itu, kondisi jalan juga menjadi perhatian masyarakat. Perbaikan jalan yang belum terealisasi pada 2025 serta kejelasan kewenangan penanganannya diharapkan dapat ditindaklanjuti secara terpadu dalam rencana pembangunan mendatang.
Di sektor ekonomi, stimulus bagi pelaku UMKM turut menjadi sorotan. DPRD mendorong agar program bantuan benar-benar direalisasikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Stimulus untuk UMKM harus dijalankan dengan baik agar mampu menggerakkan ekonomi warga,” kata politisi Partai Golkar tersebut.
Dalam forum Musrenbang juga dibahas program bantuan Rp100 juta per rukun warga (RW). Total anggaran yang disiapkan sebesar Rp7,8 miliar untuk Kecamatan Pekanbaru Kota diminta agar masuk dalam mekanisme Musrenbang sehingga memiliki dasar hukum yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.
Untuk wilayah Kecamatan Pekanbaru Kota, tercatat ada 58 usulan kegiatan yang diajukan. Dari jumlah tersebut, dialokasikan anggaran Rp3,8 miliar untuk 38 RW melalui program Rp100 juta per RW. Secara keseluruhan, kecamatan ini direncanakan menerima anggaran pembangunan sekitar Rp10,8 miliar pada tahun 2027.
Selain penganggaran program fisik, terdapat pula rencana penempatan 10 tenaga operasional di setiap kecamatan. Petugas ini nantinya bertugas menjaga dan membersihkan drainase secara rutin sebagai upaya pencegahan banjir.
“Langkah ini diharapkan dapat mendukung penanggulangan banjir dan menjaga fungsi saluran air tetap maksimal. Jadi bukan sekadar seremonial,” ujarnya.
Legislator berharap melalui Musrenbang 2027, seluruh usulan masyarakat dapat direalisasikan secara tepat sasaran, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan riil warga Kota Pekanbaru.
Tulis Komentar