LEGISLATOR

Respons Cepat dan Akuntabel, Nawakara Hadirkan Keamanan Korporasi Berbasis AI

GILANGNEWS.COM — Kebutuhan keamanan korporasi kian menuntut kecepatan, ketepatan, dan akuntabilitas. Di tengah kompleksitas operasional bisnis, keberadaan CCTV dan petugas keamanan saja tak lagi cukup.

Keterlambatan pelaporan, minimnya bukti insiden, hingga koordinasi yang tidak solid masih menjadi celah yang berpotensi menimbulkan risiko.

Menjawab tantangan itu, PT Nawakara Perkasa Nusantara memperkuat ekosistem keamanan terintegrasi berbasis real time dengan menghubungkan aplikasi Protectify, Nawakara Command Center (NCC), serta teknologi AI Analytics pada sistem CCTV.

Integrasi ini dirancang untuk mendorong pengawasan yang lebih proaktif sekaligus memastikan seluruh proses keamanan berjalan transparan dan dapat ditelusuri.

TERKAIT

Kepala Divisi Product Solutions Nawakara, Teguh Wibowo, menjelaskan bahwa Protectify menjadi tulang punggung digitalisasi aktivitas petugas di lapangan.

Melalui aplikasi tersebut, seluruh proses patroli mulai dari check-in dan check-out, rute patroli digital, hingga pelaporan insiden terekam secara real time melalui perangkat mobile yang dilengkapi foto, lokasi GPS, dan cap waktu.

“Seluruh data lapangan terhubung langsung ke pusat kendali sehingga dapat dipantau dan ditindaklanjuti dengan cepat,” ujar Teguh dalam keterangan pers, Senin (12/1/2026).

Protectify juga dibekali fitur AI SmileCheck untuk validasi absensi biometrik serta teknologi geofencing yang memastikan petugas beroperasi sesuai area tugas. Dengan pendekatan ini, aktivitas keamanan tidak lagi bergantung pada laporan manual, melainkan berbasis data yang terverifikasi.

“Klien dapat memantau kehadiran petugas, pelaksanaan patroli, hingga laporan kejadian secara transparan, lengkap dengan bukti dan jejak waktu yang jelas,” tambah Teguh.

Sebagai pusat koordinasi, NCC beroperasi 24 jam untuk memantau berbagai sinyal sistem keamanan, mengoordinasikan patroli digital, serta mengaktifkan respons cepat ketika terjadi insiden.

Beragam pemicu mulai dari panic button, motion sensor, smoke detector, hingga door contact diverifikasi sebelum ditentukan langkah lanjutan, termasuk koordinasi dengan unit respons cepat maupun aparat berwenang.

“Command Center bukan sekadar ruang pemantauan, melainkan pusat pengambilan keputusan dengan alur eskalasi yang jelas dan terdokumentasi,” jelas Teguh.

Penguatan sistem ini dilengkapi penerapan AI Analytics pada CCTV yang mampu menganalisis video secara real time dan menandai aktivitas berisiko. Fitur seperti intrusion detection, people counting, object detection, hingga PPE detection membantu meningkatkan kepatuhan keselamatan kerja di area berisiko.

Teknologi tersebut bersifat fleksibel dan kompatibel dengan perangkat CCTV berstandar ONVIF, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan infrastruktur yang sudah ada.

“AI Analytics membuat tim keamanan bekerja lebih presisi. Teknologi ini tidak menggantikan peran manusia, tetapi mempercepat verifikasi dan memastikan respons yang tepat,” ujar Teguh.

Melalui ekosistem keamanan terintegrasi ini, Nawakara menegaskan komitmennya menghadirkan solusi keamanan modern yang menempatkan pencegahan, kecepatan respons, akurasi data, dan akuntabilitas operasional sebagai fondasi utama bagi klien korporasi lintas sektor.


Tulis Komentar