Jokowi soal rusuh napi teroris di Mako Brimob: Harus ada evaluasi total!

Sabtu, 12 Mei 2018 | 10:20:23 WIB
Jokowi undang sopir angkutan barang ke Istana.

GILANGNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menegaskan Polri harus melakukan evaluasi total terhadap penanganan napi kasus terorisme. Hal ini diungkapkan Jokowi terkait tragedi berdarah di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, antara napi teroris dengan petugas Kepolisian yang berujung gugurnya lima anggota korps Bhayangkara.

"Ya, harus ada evaluasi total. Koreksi-koreksi baik mengenai untuk penjaranya, memang perlu, apakah perlu di markas atau di luar markas. Kemudian cara pemeriksaan, apakah pemeriksaan harus di tempat atau seperti apa," kata Jokowi di Istana Bogor, Sabtu (12/5).

Jokowi memerintahkan Polri melakukan evaluasi total agar peristiwa berdarah itu tak terulang kembali di masa yang akan datang.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Akan menjadi sebuah evaluasi total dari Polri untuk supaya tidak ada kejadian seperti itu," kata Jokowi.

    Tragedi berdarah di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, antara napi teroris dengan petugas Kepolisian berujung gugurnya lima anggota korps Bhayangkara. Lima anggota Densus 88 itu gugur dibunuh para napi teroris yang mengamuk di rutan Mako Brimob Kelapa Dua.

    Napi teroris menguasai rutan Brimob sejak Selasa (8/5) hingga akhirnya menyerahkan diri Kamis (10/5) dini hari.

    Terkini