GILANGNEWS.COM - Cambridge Analytica mengajukan kebangkrutan mereka di Amerika Serikat pada Kamis malam, (17/5). Perusahaan konsultan politik ini telah menuai kontroversi dengan mengekspos data pelanggan Facebook untuk sejumlah kampanye.
Dilansir dari Reuters, tuduhan Maret lalu mengemuka bahwa Cambridge Analytica disewa oleh kampanye pemilihan Presiden AS yakni Donald Trump. Mereka menggunakan data 87 juta pengguna Facebook secara tidak benar mulai 2014.
Cambridge Analytica dan perusahaan induknya, SCL Elections Ltd mengatakan awal bulan ini bahwa mereka akan segera menutup dan memulai proses kebangkrutan setelah mengalami penurunan tajam dalam bisnis.