Perangi Hoaks, Menhan Gandeng Empat Negara Barat

Selasa, 05 Juni 2018 | 12:41:18 WIB
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

GILANGNEWS.COM - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pihaknya telah menggandeng Inggris, Perancis, Jerman dan Amerika Serikat untuk membantu Badan Siber Pertahanan memberantas kabar bohong atau hoaks dan konten radikal di Internet.

"Ya tingkatkan lagi, kemarin saya ketemu dengan Menteri Pertahanan Inggris, Perancis, kemudian Jerman, Amerika Serikat, mereka akan bantu kita semua," kata Ryamizard di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (5/6).

Mantan Kepala Staf TNI AD itu mengatakan kerjasama itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas badan khusus di bawah Kementerian Pertahanan itu guna menghadapi bahaya hoaks dan konten radikal yang mengancam pertahanan Indonesia saat ini.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Menurutnya, ancaman tersebut sudah dikategorikan serius dan harus diantisipasi dengan sigap. Ia melihat teror melalui dunia maya saat ini berlangsung terus-menerus dan telah membahayakan masyarakat.

    Melihat hal itu, ia mengatakan bakal menambah personel Badan Siber Pertahanan hingga 200 anggota guna menunjang kinerja dan ancaman yang semakin kompleks kedepannya.

    "Pasti [akan kita tambah], sekarang belum sampai segitu, minimal 200 [personel]. Karena mereka kan kerja 1x24 jam, jangan dipaksa," kata dia.

    "Menunjuk orang enggak sembarangan, dia harus ahli, harus Strata 2, terus dia harus setia kepada negara ini, jangan bocor-bocorin tuh, harus dijaga betul," pungkasnya.

    Diketahui, Badan Siber Pertahanan terbentuk pada era Menteri Pertahanan dijabat oleh Purnomo Yusgiantoro, 2013. Tujuannya, menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari kejahatan dunia maya.

    Pembentukan badan siber pertahanan itu turut melibatkan tiga matra TNI yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara sebagai personelnya.

    Terkini