Tidak Naik Kelas, Siswa SMP Coba Bunuh Diri, Tabrakkan Diri ke Truk Hingga Panjat Tower

Ahad, 10 Juni 2018 | 04:39:04 WIB

GILANGNEWS.COM -  Seorang siswa SMP di Kediri, Jawa Timur, bernama Arif, nekat memajat tower BTS seluler setinggi 42 meter, Sabtu (9/6).

Bocah asal desa Ngasem, itu diduga depresi karena tidak naik kelas.

Tak hanya panjat tower, sebelumnya bocah berusia 13 tahun itu juga mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara menabrakkan diri ke truk yang melintas di depan sekolahnya SMP Negeri 1 Plosoklaten.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan

  • Kejadian ini dibenarkan Dedy Sutrisno, 46, Kepala Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten.

    Sejak pagi, usai mendapat kabar dari sekolah jika dirinya tidak naik kelas dari kelas 1 ke kelas 2 SMP, siswa tersebut terlihat depresi dan putus asa.

    “Sejak pagi dia sudah berusaha bunuh diri menabrakkan diri ke truk, setelah itu dia naik ke tower seluler 42 Meter,” kata Dedy.

    Upaya agar bocah tersebut turun dari tower dilakukan Dedy dengan bujuk rayu. Dia menjanjikan uang sebesar Rp 500 ribu, membebaskan biaya parkir sekolah dan menaikan kelas. Hampir selama kurang lebih 1 jam bocah tersebut bergeming di puncak tower.

    “Saya bujuk terus, saya menjamin dia bakal naik kelas, saya beri uang Rp 500 ribu dan saya bebaskan biaya parkir, akhirnya dia turun,” ungkap Dedy.

    Usai bocah tersebut turun, dia nampak shock dan lemas. Warga berusaha menolongnya dengan memberikan air minum. Setelah itu, mereka mengantar pulang ke rumahnya.

    Terkini