GILANGNEWS.COM - Direktur Eksekutif Indonesia Watch for Democracy (IWD), Endang Tirtana menilai, Demokrat telah mengubah peta koalisi oposisi di akhir-akhir batas waktu pengajuan calon presiden dan wakil presiden.
Demokrat dalam posisi diuntungkan jika Gerindra-Demokrat melakukan akad politik. “Ini koalisi alternatif di tengah koalisi yang hampir solid antara Gerindra, PKS, dan PAN. Munculnya Demokrat sebagai mitra alternatif tentu sangat stategis bagi Prabowo. Namun tentu ada yang bakal gigit jari, dalam hal ini PKS dan PAN,” kata Endang dalam rilis yang dilansir IWD.
Endang menambahkan “Bagaimanapun duet Prabowo-AHY itu termasuk yang paling ideal ketimbang harus berpasangan dengan salah satu nama yang diajukan PAN atau PKS”.