Gempa Lombok: Aparat berupaya evakuasi lebih dari 200 pendaki dari Gunung Rinjani

Senin, 30 Juli 2018 | 12:23:35 WIB
Sejumlah wisatawan pendaki Gunung Rinjani berhasil turun saat terjadi gempa di pintu pendakian Bawaq Nau, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7).

GILANGNEWS.COM - Tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, SAR, petugas taman nasional, dan para relawan tengah menggelar upaya evakuasi terhadap lebih dari 200 pendaki yang terperangkap di Gunung Rinjani akibat gempa pada Minggu (29/7) pagi.

Keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat menyebutkan jalur pendakian tertutup material longsor.

Sutopo Purwo Nugroho, selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengungkap bahwa masih ada 266 orang yang terperangkap di gunung tersebut.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Sebagian di antara mereka merupakan warga negara asing, semisal dari Thailand, Prancis, Belanda, dan Malaysia.

    Untuk mengevakuasi mereka, menurut Sutopo kepada wartawan BBC News Indonesia, Rebecca Henscke dan Haryo Wirawan, yang melaporkan dari Lombok, sebanyak dua helikopter telah dikerahkan.

    Secara terpisah, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) merilis keterangan bahwa sebanyak 184 orang sudah dikerahkan untuk mengevakuasi para pendaki. Dari 184 orang tersebut, 100 di antara mereka merupakan anggota Kopassus.

    Sebelumnya, BTNGR menyebutkan sekitar 500 orang masih terperangkap.

    Sejauh ini, menurut BPBD NTB, korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 6,4 pada skala Richter telah mencapai 16 orang.

    Salah seorang warga yang merasakan gempa adalah Minardi.

    Ia ketika itu sedang menyiapkan acara hajatan bersama dengan warga di desa Sembalun Lawang, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

    Minardi mengungkapkan ini untuk pertama kalinya dia merasakan gempa besar salama dirinya tinggal di desa yang berlokasi di kaki Gunung Rinjani tersebut di ketinggian 1.150 meter dari permukaan laut.

    Bahkan, setelah gempa besar, rententan gempa susulan terus terjadi.

    "Sangat besar sekali, bak penampungan air sampai kaya ombak, meluber ke luar, kemudian menara masjid juga bergoyang-goyang, kemudian semua pada lari ke jalan," ungkapnya.

    Lebih lanjut, Minardi menuturkan, satu warga negara Malaysia bernama Siti Nurmaida yang termasuk dalam sekelompok wisatawan dari Malaysia sebanyak 18 orang yang baru saja turun dari Gunung Rinjani meninggal lantaran tertimpa bangunan yang roboh.

    Presiden Jokowi kunjungi kamp pengungsian

    Sementara itu, Presiden Joko Widodo bersama Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi atau yang juga dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB), menuju lokasi pengungsian di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

    Sebagaimana dilaporkan biro pers Istana, Presiden Jokowi ingin memastikan bahwa penanganan dampak gempa dapat diselesaikan dengan cepat dan baik, seperti adanya bantuan pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik dan kebutuhan dasar bagi pengungsi, serta tersedianya layanan pendidikan darurat.

    Di sana, presiden dan gubernur NTB bertemu dengan warga yang terkena dampak bencana dan juga menyerahkan bantuan.

    Terkini