GILANGNEWS.COM - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengaku mendapat informasi bahwa pelaku peledakkan bom di Filipina bukan Warga Negara Indonesia (WNI), melainkan warga negara Maroko.
Sorang WNI sebelumnya diduga terlibat dalam serangan bom mobil yang meledak di dekat pos keamanan militer, Lamitan, Basilan, Filipina Selatan.
"Informasinya adalah warga negara Maroko," ucap Tito di Monas, Jakarta, Minggu (5/7).