GILANGNEWS.COM - Sebanyak 27 rumah adat di kampung megalitikum Gurusina di Flores, NTT, terbakar, Senin (13/8) sekitar pukul 16.00 WITA. Usai kebakaran, masyarakat memilih untuk tak keluar kampung.
"Mereka semua rela tidur di lapangan sama-sama di situ, jadi belum ada istilah mengungsi sampai ada upacara ritual, kapan itu dilaksanakan, sampai ada musyawarah. Itu namanya Zezu Api, semacam upacara ritual tolak bala gimana caranya kita terhindar dari hal yang tidak diharapkan," kata pegiat literasi, Nury Sybli, saat ditanya wartawan, Selasa (14/8).
Meski ritual Zezu Api ini dilakukan untuk mencari tahu sumber permasalahan, namun kata Nury, masyarakat di perkampungan adat Gurusina sepakat untuk memaafkan karena menganggap peristiwa ini adalah musibah.