GILANGNEWS.COM - Vonis penjara pengadilan Myanmar untuk dua wartawan Reuters dianggap pertanda kemunduran demokrasi di kawasan ASEAN. Tak heran, pemidanaan wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalistik pun bisa saja menular ke negara di Asia Tenggara lainnya, termasuk Indonesia.
Atas dasar itu sejumlah elemen jurnalis Indonesia yang mengecam pemenjaraan dua wartawan Reuters di Myanmar itu berharap ASEAN pun turun tangan.
"Tidak bisa dikatakan ini hanya urusan Myanmar. Ini harusnya bisa menjadi urusan ASEAN, termasuk Indonesia," kata juru bicara aksi, Fira Abdurrachman di depan Kedubes Myanmar, Jakarta, Jumat (7/9).