Saksi Sebut Tim Cemara Kelola Fee Proyek buat Zumi Zola

Jumat, 12 Oktober 2018 | 10:06:05 WIB
Gubenur Jambi nonaktif Zumi Zola.

GILANGNEWS.COM - Pengusaha Rian Widiantara menyebut ada tim khusus untuk mengelola pemberian fee bagi Gubernur Jambi non aktif Zumi Zola. Tim yang diberi nama 'cemara' itu bertugas mengelola fee dari sejumlah pengusaha penggarap proyek sebelum diberikan pada Zumi.

Hal ini disampaikan Rian saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Zumi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/10).

"Jadi ada istilah tim cemara untuk atur proyek di Jambi," ujar Rian.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Ia mengetahui nama tim cemara dari orang kepercayaan Zumi, Asrul Pandapotan Sihotang. Menurutnya, nama itu diambil dari tempat tinggal Apif, asisten Zumi yang berada di Jalan Cemara di kawasan Jambi.

    "Mungkin itu digunakan untuk istilah orang yang sering kumpul di Jalan Cemara," katanya.

    Rian bersama sejumlah pengusaha lainnya beberapa kali menyetorkan uang melalui tim cemara. Selain untuk Zumi, ia juga pernah memberikan uang pada pejabat Pemprov Jambi.

    Namun saat dikonfirmasi, Zumi mengaku tak tahu sama sekali soal pembentukan tim cemara. Ia juga menyatakan tak pernah berinteraksi dengan beberapa kontraktor yang disebut pernah memberi uang untuknya.

    "Soal permintaan uang dari tim cemara maupun kepala dinas saya tidak tahu," ucap Zumi.

    Dalam perkara ini, Zumi didakwa menerima suap dan gratifikasi berupa uang termasuk mobil Alphard dari sejumlah pengusaha penggarap proyek di Jambi. Gratifikasi itu diduga turut mengalir ke istri dan ibunda Zumi.

    Selain itu, Zumi juga didakwa menyetor Rp16,490 miliar ke DPRD Jambi. Uang itu disebut untuk mempermulus pengesahan Rancangan Perda APBD Jambi tahun 2017-2018.

    Terkini