GILANGNEWS.COM - Pada pidato Presiden Joko Widodo di pembekalan caleg Partai Hanura terselip sindiran yang ditujukan untuk sosok yang mengklaim tegas namun suka marah-marah. Akan tetapi Jokowi tak mendetailkan kepada siapa sindiran itu ditujukan.
Menanggapi hal itu, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade menilai sindiran tersebut lebih baik Jokowi untuk bekerja dengan baik, bukan mengeluarkan sindiran-sindiran. Ia meminta Jokowi untuk merevisi kebijakan impor bahan pokok dan lainnya.
"Kalau menyindir Pak Prabowo, Pak Prabowo itu enggak pernah marah-marah begitu dalam pidato. Lebih baik, Pak Jokowi perbaiki kebijakan sontoloyo kementerian perdagangan saat ini," kata Andre saat ditanya wartawan, Kamis (8/11).
Menurutnya, selain impor bahan pokok seperti beras dan jagung, impor lainnya yang perlu disoroti yakni impor semen. Sebab menurutnya, produksi semen dalam negeri saat ini berlimpah namun tak terserap proyek dalam negeri lantaran adanya impor.
"Sekarang pabrik semen banyak yang tutup, mengurangi kapasitas produksi, kenapa itu terjadi di saat katanya pemerintah membangun infrastruktur luar biasa? Karena kebijakan impor, impor, impor, demen banget impor gitu loh," ucapnya.