GILANGNEWS.COM - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim hampir semua persenjataan mereka berasal dari rampasan TNI-Polri. Banyaknya jumlah aparat keamanan yang diterjunkan pemerintah Indonesia bahkan dianggap sebagai 'berkah'.
"Bagi kami tentara polisi terlalu banyak kami bilang bawa 'jualan'. Jadi kita akan bunuh, ambil senjata," kata juru bicara TPNPB Sebby Sambom kepada CNNIndonesia.com lewat telepon, Rabu (5/12).
Jawaban Sebby ini menjawab informasi dari pemerintah yang menyebutkan pelaku penyerangan di proyek jembatan Kali Yigi dan Kali Aorak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga memiliki senjata berstandar organisasi The North Atlantic Treaty Organization (NATO).