GILANGNEWS.COM - Pengamat Intelijen dan Terorisme dari CIIA, Harits Abu Ulya berharap pemerintah Indonesia tidak gagap menghadapi aksi brutal dan keganasan kelompok separatis organisasi Papua merdeka (OPM). Karena dalam penilaiannya, aksi tersebut bukanlah aksi spontanitas melainkan aksi yang terencana.
"Aksi brutal pembunuhan yang dilakukan kelompok separatis OPM bukanlah aksi spontanitas. Aksi yang sudah di rencanakan untuk mencapai target-target kepentingan mereka," katanya, Rabu (5/12).
Menurut Harits, bisa saja aksi brutal dan terorisme yang dilakukan OPM merupakan pesan kepada pemerintah Indonesia juga sebagai bukti bahwa mereka masih eksis dan terus bergerilya melakukan perlawanan. Sehingga mereka mengambil momentum pada 1 Desember sebagai hari penting bagi perjuangan mereka.