Hadiah Perjalanan, Modus Baru Penyelundupan Sabu di Thailand

Selasa, 11 Desember 2018 | 19:18:28 WIB
Ilustrasi Koper di Konveyor.

GILANGNEWS.COM - Seorang turis Jepang hampir saja ditipu untuk menyelundupkan sabu dari Thailand ke China. Menurut kepolisian Thailand, apa yang menimpa turis tersebut adalah modus baru dalam penyelundupan narkotika.

Diberitakan AFP, Senin (10/12), peristiwa ini bermula ketika turis Jepang yang tidak disebut namanya itu mendapatkan hadiah perjalanan gratis ke Thailand, Shanghai, dan Frankfurt, lengkap dengan uang saku, dari sebuah situs perjalanan. 

Ketika di Thailand pekan lalu, seorang pria berkewarganegaraan Iran memberikannya sebuah koper untuk dibawa ke destinasi selanjutnya, yaitu Shanghai di China, seperti yang diungkapkan Itthipol Itthisarnronnachai, wakil kepala departemen imigrasi Thailand.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Untungnya turis Jepang ini berpikiran panjang. Usai menerima koper itu dia membukanya dan mendapati pakaian yang lebih tebal dari biasanya. Itthipol mengatakan, turis ini lalu menghubungi Kedutaan Jepang di Bangkok. 

    Dalam penyelidikan polisi berikutnya, ternyata pakaian di dalam koper itu telah dilapisi dengan sabu. Di dalamnya juga ada empat kantong narkoba. Total ada 2,2 kg sabu di dalam koper itu.

    "Ini modus yang tidak pernah dilihat sebelumnya, memancing turis untuk menyelundupkan narkoba ke negara lain," kata Itthipol.
    Akhirnya skenario dibuat untuk menangkap pelaku. Turis Jepang itu mengaku sakit dan ingin membatalkan perjalanan. Ketika pelaku datang untuk mengambil kembali kopernya, dia dibekuk polisi.

    Polisi menemukan 10 kg sabu dan pakaian berlapis sabu di apartemen pria Iran tersebut. Saat ini aparat di Thailand dan Jepang tengah menyelidiki jaringan penipuan narkotika ini.

    Terkini