Cara Terbaik Berdamai dengan Rasa Sedih Akibat Kehilangan

Kamis, 20 Desember 2018 | 15:18:11 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Kehilangan adalah hal lumrah dalam hidup. Setiap orang dipastikan pernah berhadapan dengan pengalaman kehilangan. Sebut saja kehilangan orang terkasih.

Pengalaman kehilangan orang terkasih terasa lebih sulit. Pilihan untuk berpura-pura senang jelas bakal melelahkan. Anda harus mengeluarkan ekspresi bahagia meski hati masih terasa sedih.

Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk menghadapi dan berdamai dengan rasa sedih pasca-kehilangan

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • 1. Beri waktu
    Benyamin Circlan, seorang psikoterapis di Center for Loss and Renewal mengatakan, kedekatan dengan seseorang adalah sifat alami manusia. Saat orang terdekat pergi, seseorang akan terluka dan bersedih.

    "Ini juga terjadi di dunia hewan. Bersedih adalah proses yang alami," ujar Circlan, mengutip Daily Mail.

    Seseorang, kata Circlan, seharusnya dapat menentukan selama apa ia akan terlarut dalam kesedihan. 

    Selain itu, seseorang juga perlu mengakui bahwa apa yang dialaminya adalah sesuatu yang sulit. "Sebagian orang menolak, mereka berpikir bahwa mereka bisa melaluinya dengan mudah. Tapi, bukan ini masalahnya," ujar konselor, Claire Bidwell Smith.

    2. Respons beragam
    Respons terhadap pengalaman yang menyedihkan bakal beragam pada masing-masing individu. Elizabeth Kubler-Ross, psikiatri berdarah Swiss-Amerika mempublikasikan teori 'tahapan kesedihan' pada 1969 silam. Tahapan ini di antaranya penolakan, marah, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan. 

    Kubler-Ross berkata, individu sebaiknya mengakui rasa sedih yang dialami dan mendedikasikan waktu untuk berhadapan dengan rasa sakit itu. 

    Namun, Circlan sedikit menyangkal teori itu. Dia menyebut bahwa tak ada seorang pun yang bersedih sesuai dengan tahapan tersebut. "Itu tak terjadi. Cakupan respons akan kesedihan sangat lah luas," katanya.

    3. Lakukan apa yang biasa dia lakukan
    Sebagian orang punya kebiasaan untuk kembali menghadirkan 'tradisi' seseorang yang telah pergi darinya.

    Berdasarkan pengalamannya sebagai seorang konselor, Smith menyebut bahwa sebagian orang berusaha untuk mengaplikasikan kebiasaan yang dilakukan seseorang yang telah pergi dalam hidupnya.

    "Ibu saya suka berlibur. Setelah ibu saya meninggal, saya paham kalau saya juga harus berlibur," ujar Smith.

    4. Tak harus turut merayakan
    Ada sebagian dari mereka yang tak kuat dan memilih untuk melewatkan hari libur. 

    "Anda bisa memutuskan untuk tidak mencoba momen libur menjadi sesuatu yang sempurna. Jika tak ingin berlibur, tak usah," ujar Smith.

    5. Turut dalam kegiatan amal
    Tak ada salahnya menghabiskan liburan dengan melakukan kegiatan amal. Kegiatan amal dapat membantu seseorang menemukan arti hidup. Cirlan menjelaskan kehilangan membuat orang mengalami krisis makna kehidupan. 

    "Orang yang dekat dengan kita memberikan makna dalam hidup," ujar Circlan. 

    6. Jangan menutup diri
    Kehilangan menimbulkan perasaan sepi. Kesendirian dan kesepian akan semakin parah ketika seseorang menutup diri. 

    Komunikasi menjadi kunci untuk melawan rasa kesendirian. Circlan dan Smith mengatakan bahwa berkomunikasi dengan teman dekat dan keluarga.

    Terkini