GILANGNEWS.COM - Pihak manajemen band Seventeen menjabarkan kronologi mereka menjadi korban tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam. Mereka menyebut gelombang tinggi datang ketika mereka tengah menyanyikan lagu.
Seventeen tampil di kawasan Tanjung Lesung untuk memeriahkan acara gathering perusahaan PLN. Ketika mereka tampil sekitar pukul 21.30 WIB, arus pasang mendadak muncul.
"Kejadian berlangsung saat baru lagu kedua Seventeen menghibur penonton. Air pasang naik ke permukaan dan menyeret seluruh orang yang ada di lokasi," tulis pernyataan manajemen dalam rilis yang diterima media, Minggu (23/12).