Edy Rahmayadi: Jadi Ketua Umum PSSI Sangat Berat

Ahad, 20 Januari 2019 | 11:01:51 WIB
Edy Rahmayadi memutuskan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI.

GILANGNEWS.COM - Edy Rahmayadi menganggap PSSI sebagai organisasi paling berat yang pernah dipimpinnnya setelah memutuskan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI dalam Kongres di Hotel Sofitel, Bali, Minggu (20/1).

Edy mengumumkan keputusan yang mengejutkan. Dalam pidato di Kongres, Edy menyatakan mundur dari Ketua Umum PSSI, jabatan yang diembannya sejak November 2016. Sebagai pengganti, Edy menunjuk Joko Driyono.

Edy mengaku merasakan tekanan luar biasa selama memimpin PSSI. Bahkan Gubernur Sumatera Utara itu menganggap PSSI sebagai organisasi paling berat yang pernah dipimpinnya.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Selama 32 tahun saya jalani suatu organisasi, organisasi PSSI ini yang paling berat saya alami. Jadi siapapun yang jadi ketua PSSI ini, itulah yang masuk surga Insya Allah," ujar Edy dalam pidatonya.

    "Karena saya rasakan begitu berat [mengurus PSSI]. Untuk itu sampaikan seluruh rakyat Indonesia, PSSI milik seluruh rakyat Indonesia yang diwakilkan di ruangan ini. Saya mohon maaf, amanat yang diberikan rakyat, saya tak mampu melakukan ini," sambung Edy.

    Usai memberi pidato, Edy tidak memungkiri sejumlah masalah yang dihadapi PSSI menjadi salah satu alasan memutuskan mundur.

    "Dilarang terjadi pengaturan skor, terjadi pengaturan skor. Ada perkelahian, itu gagal berarti saya. Dengan wartawan membantu, PSSI akan lebih baik. Bukannya saya gagal, tapi mungkin waktu saya yang terbatas," ucap Edy.

    Terkini