Gelombang Tinggi, Penyeberangan Laut Kupang Ditutup Sementara

Sabtu, 26 Januari 2019 | 11:46:36 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang sejak Kamis (24/1) menutup semua layanan penyeberangan antardaerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat kondisi cuaca buruk di wilayah perairan setempat.

"Semua lintasan kami ditutup sejak 24 Januari 2019 hingga kondisi cuaca mereda," kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Burhan Zahim, seperti yang dikutip dari media pada Sabtu (26/1).

Dijelaskannya, ada belasan lintasan pelayaran yang ditutup sementara, baik yang menghubungkan Kota Kupang dengan kabupaten maupun antarwilayah kabupaten di provinsi berbasiskan kepulauan ini.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Ia menyatakan, hanya lintasan Kupang-Semau yang masih dilayani karena jaraknya yang relatif sangat dekat.

    "Lintasan akan kami buka kembali setelah kami mendapat rekomendasi dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat," kata Burhan.

    Sebelumnya, BMKG Stasiun El Tari Kupang mengingatkan operator pelayaran untuk mewaspadai gelombang setinggi dua hingga tujuh meter di wilayah perairan NTT.

    "BMKG memprediksi dan memberikan peringatan dini untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan NTT mulai Rabu(23/1) pukul 20.00 WITA hingga Kamis(24/1) pukul 20.00 WITA," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo.

    Ia menyatakan, gelombang setinggi tujuh meter berpotensi terjadi di perairan laut Sawu, perairan laut Selatan Pulau Sumba, Samudera Hindia Selatan NTT, perairan Selatan Kupang, laut Timor Selatan NTT dan Pulau Rote.

    Sementara potensi gelombang setinggi enam meter terjadi di perairan Utara Flores dan Selat Sumba.

    Selain itu, potensi gelombang setinggi lima meter juga berpotensi terjadi di perairan Selat Sape.

    Potensi gelombang setinggi dua sampai empat meter berpotensi juga terjadi di Selat Ombai, Selat Wetar, Selat Flores, Selat Lakakera, Selat Boling dan Selat Alor.

    Terkini