Wiranto Ajak Pilih Pemimpin dengan Rekam Jejak Jelas

Selasa, 29 Januari 2019 | 11:36:29 WIB
Menkopolhukam Wiranto mengajak masyarakat memilih pemimpin dengan rekam jejak jelas.

GILANGNEWS.COM - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengajak untuk memilih pemimpin dengan kualitas kompetensi dan rekam jejak yang jelas.

Menurut Wiranto pemimpin di tingkat eksekutif maupun legislatif penting memiliki rekam jejak yang jelas demi memastikan pekerjaan pemerintahan saat ini berjalan berkesinambungan.

"Kami mengajak semua masyarakat, aparat, rakyat Indonesia harus tahu pemimpin mana yang dipilih, eksekutif dan legislatif. Pemimpin yang benar-benar memiliki kualitas kompetensi dan track record yang jelas," katanya usai menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Selasa (29/1).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan

  • Selain itu, lanjutnya, memilih pemimpin dengan rekam jejak yang jelas juga akan membuat Indonesia menjadi negara yang terus maju, bukan mundur.

    Lebih jauh, Wiranto menekankan seluruh prajurit TNI-Polri untuk terus bersinergi dengan jajaran pejabat di daerah, mulai dari tingkat pemerintahan daerah, hingga pihak terkait penyelenggaraan Pemilu 2019.

    "Terus bersinergi tidak hanya dengan pemerintah daerah tapi juga pemangku kepentingan yang lain seperti KPU, Bawaslu, dan partai politik," ucap mantan Ketua Umum Partai Hanura itu.

    Ia juga mengingatkan aparat keamanan untuk mengantisipasi dan memetakan daerah kerawanan menekan seluruh potensi gangguan keamanan di Pemilu 2019. Setiap daerah, Wiranto menambahkan, memiliki tingkat kerawanan yang berbeda-beda.

    "[Kerawanan] Aceh berbeda dengan Papua, Papua berbeda dengan Jakarta. Tapi ini semua sudah dipetakan, kemudian dari peta itu dalam waktu enam bulan kami netralisir kerawanan itu," kata Wiranto.

    Terkini