JK Pernah Minta Jokowi Tak Sering Intip Hasil Survei Capres

Kamis, 31 Januari 2019 | 11:54:55 WIB
JK minta Jokowi tak sering lihat elektabilitas lewat lembaga survei capres.

GILANGNEWS.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku pernah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak sering membaca hasil survei elektabilitas calon presiden dan wakil presiden. 

JK mengungkapkan permintaannya kepada Jokowi itu terjadi ketika masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu. 

Kala itu, keduanya pertama kali bertemu dan disandingkan menjadi capres-cawapres untuk bertarung melawan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. 

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Ketika saya kampanye dengan Pak Jokowi, kalau beliau baca hasil survei, saya bilang tutup, tidak usah dibaca," ucap JK di acara dialog dengan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Menara Kadin di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/1).

     
    Menurutnya, melihat hasil survei bisa mempengaruhi pikiran capres-cawapres secara langsung. Padahal, sebagai capres-cawapres, seharusnya yang dilakukan hanyalah fokus kampanye agar dukungan yang ada bisa memenangkan dan seluruh visi-misi yang sudah disiapkan bisa tercapai. 

    "Kalau naik, nanti gembira, kemudian berhenti kampanye? Atau memangnya, kalau rendah, kemudian kami menangis lalu tidak kerja? Ya kan tidak. Pokoknya kerja maksimal saja," ujarnya. 

    Sementara pada Pilpres 2019, JK tak lagi menemani Jokowi untuk menjadi RI 1 dan RI 2. Namun, JK tetap berada di kubu Jokowi dengan menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 

    Pada Pilpres 2014, Jokowi-JK berhasil mengalahkan Prabowo-Hatta dengan perolehan suara mencapai 53,15 persen. Kubu Prabowo-Hatta hanya meraup 46,85 persen suara masyarakat Indonesia. 

    Sedangkan pada Pilpres 2019, Jokowi menggandeng petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin. Jokowi menghadapi lawan yang sama, Prabowo, namun dengan cawapres berbeda, yakni Sandiaga Uno yang sempat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

    Terkini