Rupiah Lagi-lagi Menguat ke Level Rp13.920 per Dolar AS

Rabu, 06 Februari 2019 | 18:26:57 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Nilai tukar rupiah tercatat menguat 0,3 persen atau 41,5 poin menjadi Rp13.920 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Rabu (6/2) sore. Posisi rupiah sebelumnya tercatat Rp13.961 per dolar pada Senin (4/2).

Kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.947 per dolar AS atau menguat dari posisi awal pekan di level Rp13.976 per dolar AS.

Hari ini, rupiah menguat bersama mata uang utama Asia lainnya. Sebut saja yen Jepang yang menguat 0,27 persen, dan won Korea Selatan kokoh sebesar 0,16 persen. Baht Thailand dan ringgit Malaysia kompak menguat 0,06 persen, sementara peso Filipina menguat tipis 0,01 persen.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Renminbi China mencatatkan pelemahan terbesar dibanding mata uang di kawasan Asia yakni 0,69 persen. Sedangkan, dolar Singapura dan rupee India masing-masing melemah 0,16 persen dan 0,08 persen. Berbeda dari yang lain, Dolar Hong Kong tercatat stagnan.

    Di belahan dunia bagian barat, mata uang negara maju menunjukkan tren melemah, seperti poundsterling Inggris yang keok 0,35 persen, dan Euro loyo 0,15 persen terhadap dolar AS.

    Sebelumnya, Ekonom Indef Bhima Yudhistira memperkirakan rupiah pada sepanjang hari ini akan bergerak menguat pada kisaran Rp13.850-13.950 per dolar AS. Meski demikian, menurut dia, koreksi masih mungkin terjadi walaupun investor sudah mengantisipasi pertumbuhan ekonomi 2018 yang berkisar 5,1-5,15 persen atau berada di bawah target APBN sebesar 5,4 persen.


    "Selain persoalan pertumbuhan, agregat investor juga mencermati data sektoral khususnya ekspor dan investasi," jelas dia.

    Terkini