Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Mayat Termutilasi di Ogan Ilir

Senin, 10 Juni 2019 | 16:31:46 WIB
Ilustrasi pembunuhan.

GILANGNEWS.COM - Penyidik Polres Ogan Ilir masih mencari bagian tubuh Karoman (40) yang ditemukan tewas termutilasi tanpa kepala dan lengan di Dusun 2 Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (6/6). Sebanyak 12 orang pun diperiksa sebagai saksi.

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir Ajun Komisaris Malik Fahrin Husnul berujar penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi secara bergantian. Namun dirinya enggan mengungkap siapa saja yang diperiksa sebagai saksi tersebut.

"Ada teknik dan taktik penyelidikan polisi yang tidak bisa kami sampaikan, demi kepentingan ungkap kasus. Nanti akan disampaikan kepada publik apabila sudah ada hasilnya," ujar dia, Senin (10/6).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan

  • Pihaknya pun masih menunggu hasil visum dan forensik yang dilakukan di RS Bhayangkara Palembang.

    Selain itu, kepolisian masih melakukan penyisiran di lokasi penemuan jenazah korban usai olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hingga saat ini, bagian tubuh korban yang hilang yakni kepala dan kedua lengan masih belum ditemukan.

    "Kami masih terus melakukan pencarian," ujar Malik.

    Sebelumnya, seorang warga Syarifuddin (52), saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang, mengatakan keluarga yakin jasad tersebut merupakan keponakannya karena pakaian yang dikenakannya. Di betis kanan jenazah pun terdapat tanda lahir yang identik dengan tanda lahir Karoman.

    "Keponakan saya itu memang cari ikan setiap malam pakai perahu dayung. Malam kemarin, dia pamit sama istrinya pergi cari ikan jam 9 malam. Biasanya dini hari sudah pulang ini sampai pagi enggak pulang makanya dicari," ujar dia.

    Menurut dia, ayah lima orang anak tersebut selama hidup tidak memiliki masalah dan tidak memiliki musuh. Dirinya pun bingung ada orang yang tega melakukan hal keji seperti itu.

    "Potongannya rapi seperti dipotong parang. Ada warga yang sempat lihat keponakan saya itu mau masuk ke ladang seseorang, tapi tidak jadi. Aneh, biasanya dia selalu lewat situ kalau mau cari ikan," kata Syarifuddin.

    Terkini