Polisi: Perempuan Pembawa Anjing Masuk Masjid Punya Riwayat Sakit Jiwa

Senin, 01 Juli 2019 | 17:24:16 WIB
Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

GILANGNEWS.COM - SM, perempuan yang membawa anjing masuk ke dalam masjid Al Munawaroh diamankan polisi dan sedang menjalani proses kejiwaan. Polisi menyatakan SM memiliki riwayat sakit jiwa.

"Jenis sakit jiwa stadium berapa nanti dokter ahli yang sampaikan. Tapi memang sudah ada riwayat. Tapi nanti dirawat dulu gimana. Sembuh apa enggak nanti akan disampaikan ahlinya," ujar Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (1/7/2019).

Hal itu disampaikan Dedi menjawab pertanyaan wartawan mengenai hasil pemeriksaan SM yang dilakukan di RS Polri tersebut. Dedi mengatakan setelah selesai pemeriksaan, dokter atau pihak rumah sakit akan menyampaikan secara detail mengenai persoalan kejiwaan si SM.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Saat ini terhadap SM sedang dilakukan pemeriksaan dan orientasi oleh pihak Rumah Sakit Kramat Jati, Polri. Nanti dari hasil pemeriksaan akan disampaikan ke media bahwa yang bersangkutan mengalami depresi jenisnya apa, kan ada jenisnya apa," tutur Dedi.

    "Dan yang bersangkutan juga memiliki riwayat pernah dirawat di rumah sakit jiwa tahun berapa nanti disampaikan semuanya secara lengkap, termasuk proses penanganan kasus ini," sambung Dedi.

    Pada Minggu (30/6) kemarin, SM tiba-tiba mendatang masjid Al Munawaroh di Sentul. Dia marah-marah kepada warga yang berada di dalam masjid sembari membawa anjing. SM menuduh warga di dalam masjid menyembunyikan suaminya yang menurutnya tengah melangsungkan pernikahan. Padahal pada saat itu tidak ada pernikahan yang berlangsung di masjid Al Munawaroh.

    Terkait dengan insiden ini, sejumlah organisasi muslim sudah angkat bicara. Mereka meminta masyarakat tidak terpancing oleh provokasi yang muncul dari peristiwa tersebut.

    Halaman :

    Terkini