Menhan: TNI-Polri Tak Bisa Basmi Teroris Tanpa Andil Rakyat

Selasa, 09 Juli 2019 | 13:38:24 WIB
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu.

GILANGNEWS.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menilai pemberantasan terorisme di Indonesia tak hanya bisa mengandalkan TNI-Polri semata, tetapi perlu juga melibatkan rakyat.

Hal itu ia sampaikan saat berpidato dalam simposium tema 'penataan wilayah pertahanan dalam rangka mewujudkan pertahanan negara yang tangguh' di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (9/7).

"Seperti ancaman teroris, itu tak bisa diatasi oleh polisi tentara saja, hanya 1 persen [keberhasilannya], dan 99 persen dimana bila dengan rakyat," kata Ryamizard.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Ryamizard memandang bahwa masyarakat harus lebih terlibat dalam membasmi terorisme di Indonesia. Ia menyatakan kemungkinan keberhasilannya akan lebih besar ketimbang hanya sekadar menggunakan alat negara seperti TNI dan Polri.
    Melihat hal itu, ia mengusulkan agar kekuatan rakyat bisa diikutsertakan dalam pendekatan pertahanan semesta untuk memberantas terorisme ke depan.

    "Penanganan terhadap aksi kejahatan terorisme melalui pendekatan Pertahanan Semesta adalah bagian dari fungsi pertahanan negara untuk melindungi keselamatan segenap bangsa," kata dia

    "Kita ada wadahnya itu yang dinamakan bela negara. Kita jadikan teroris musuh bersama," tambahnya.

    Mantan Kepala Staf TNI AD itu menjelaskan ancaman terhadap kedaulatan negara sudah mulai berubah. Ia menjelaskan saat ini ancaman tak hanya berasal dari invasi negara lain, namun adanya kehadiran para teroris di Indonesia.

    Melihat hal itu, ia mengusulkan agar konsep pertahanan semesta yang dianut Indonesia dapat diterapkan dalam memberantas ancaman terorisme saat ini.

    "Dulu orang pertahanan semesta untuk menghadapi perang dua negara dengan dukungan alutsista, sekarang juga perang-perang tadi [terhadap teroris] bisa menggunakan [pertahanan] semesta," kata dia

    Lebih lanjut, Ryamizard mengusulkan agar aparat militer teritorial dapat berperan untuk menumpas terorisme secara preventif. Ia menyatakan aparat teritorial dapat secara aktif menjalankan fungsi intelijen dalam melihat jejaring teroris di wilayahnya masing-masing.

    "Di tiap kesatuan dan strata, intelijen manusia dan teknik diberdayakan untuk mengungkap jaringan dan aktivitas [terorisme] di seluruh Indonesia," kata dia.

    Terkini