Alasan Persahabatan, Yusril Terima Tawaran Jadi Pengacara Habil Marati

Rabu, 10 Juli 2019 | 20:50:02 WIB
Yusril terima tawaran jadi pengacara Habil Marati.

GILANGNEWS.COM - Yusril Ihza Mahendra resmi ditunjuk sebagai pengacara Habil Marati, tersangka kasus perencanaan pembunuhan 4 tokoh nasional. Yusril menerima tawaran Habil sebagai kuasa hukumnya atas dasar persahabatan.

"Pak Habil kawan saya sejak lama, bukan orang baru lagi. Dasarnya adalah persahabatan saya dengan beliau dan hubungan saya dengan pemerintah baik, dengan teman-teman termasuk dengan Pak Habil juga baik," kata Yusril kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Yusril menyebut dirinya sudah berdiskusi dengan Habil terkait kasus itu. Yusril akan mempelajari ulang kasus itu mulai dari keterangan Habil yang dijelaskan kepadanya.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Dalam kesempatan yang sama, Habil Marati juga menemani Yusril keluar dari ruang penyidik sebelum akhirnya Habil kembali ke Rutan. Habil menyebut menyerahkan semua urusan hukumnya kepada Yusril.

    "Saya telah menyerahkan sepenuhnya dan saya telah membuka semua kepada pengacara saya, kepada Profesor Yusril sehingga segala semuanya biarkan beliau yang menjelaskan kepada publik. Semua sudah saya buka, tidak ada satupun yang saya sembunyikan," ungkap Habil.

    Diketahui, Habil Marati telah ditetapkan tersangka oleh polisi atas kasus dugaan rencana pembunuhan 4 tokoh nasional. Habil disebut memberikan uang sebesar SGD 15 ribu untuk uang operasional kepada Kivlan Zen.

    Uang itu disebut-sebut diberikan ke Kivlan Zen untuk membeli senjata api ilegal. Kivlan lalu mencari eksekutor dan memberi target pembunuhan 4 tokoh nasional yaitu Wiranto, Budi Gunawan, Luhut Binsar dan Yunarto Wijaya bos lembaga survei Charta Politika.

    Terkini