Waktu Terbaik Mendapatkan Sinar Matahari

Sabtu, 13 Juli 2019 | 09:58:00 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Banyak orang beranggapan bahwa sinar matahari pagi di bawah pukul 09.00 WIB adalah yang terbaik untuk tubuh. Namun, anggapan itu tidak tepat.

Tubuh membutuhkan sinar matahari langsung untuk memproduksi vitamin D. Sinar ultraviolet dari matahari yang mengenai kulit akan membentuk vitamin D3 atau previtamin D dalam jumlah banyak.

Vitamin D3 kemudian diolah oleh hati dan ginjal menjadi vitamin D aktif yang dibutuhkan oleh tubuh.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Ahli penyakit dalam, dr Siti Setiati menyebut, waktu terbaik mendapatkan sinar matahari bukan lah pukul 09.00 WIB.

    "Sinar matahari pagi itu [sebelum pukul 09.00 WIB] belum memiliki ultraviolet B, yang dibutuhkan untuk mengubah vitamin D3 menjadi vitamin D aktif," ujar Siti dalam temu media di Kementerian Kesehatan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Menurut Siti, sinar ultraviolet B baru muncul saat waktu menunjukkan lebih dari pukul 09.00 WIB. Temuan ini didapatkan Siti dari penelitian yang pernah dilakukannya berjudul Pengaruh Pajanan Sinar Matahari terhadap Konsentrasi Vitamin D (25(OH)D) dan Hormon Paratiroit pada Perempuan Usia Lanjut Indonesia.

    Siti menyarankan untuk berjemur di bawah sinar matahari langsung di atas pukul 09.00 WIB.

    "Di atas jam 09.00 perlu waktu sekitar 15 menit. Kalau pukul 11.00 sinar ultraviolet B sudah banyak jadi cukup lima menit saja. Semakin siang, semakin sebentar. Lakukan tiga kali seminggu saja," tutur Siti.

    Bagian tubuh yang perlu terpapar adalah wajah dan tangan atau bagian punggung dan kaki. Dianjurkan pula untuk menggunakan kacamata hitam demi melindungi mata.

    Namun, Anda juga tak disarankan untuk berlebihan mendapatkan sinar matahari. Banyak terpapar sinar matahari dapat memicu kanker.

    "Jangan berlebihan karena bisa kanker kulit. Tapi sebenarnya pigmen kulit orang Indonesia itu sudah bagus," ucap Siti.

    Halaman :

    Terkini