Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
Direktur Utama PT Graha Rani Putra Persada, pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu, Putra Kaban mengatakan, pihaknya dibantu sekitar 100 petugas gabungan, BPBD Bandung Barat, Kabupaten Subang dan relawan berupaya membersIhkan sisa abu vulkanik hingga lokasi kawah ratu gunung bisa kembali dibuka untuk wisatawan.
"Dari Sabtu kemarin sampai hari ini, kita tetap melakukan pembersihan abu. Kalaupun prioritas kemarin adalah debu, sekarang menberishkan sisanya saja," kata Putra saat ditemui di lokasi.
Mereka ada yang menggunakan peralatan manual seperti sekop dan sapu. Selain itu, ada petugas dari Dinas Kebakaran (Diskar) yang ikut menyemprot sisa debu di lokasi TWA Gunung Tangkuban Parahu.
"Ini semua gabungan, ada petugas kami, pedagang, Kodim, Polisi, BNPB, semua untuk membersihkan ini. Karena suka tidak suka Tangkuban Parahu sebagai destinasi harus bersih, orang datang karena bersih," kata Putra Kaban.
Putra Kaban mengaku pihaknya akan segera membuka kembali kawasan wisata ini. Jika tidak berhalangan, besok akan dibuka untuk umum.
"Di vulkanologi (PVMBG), lihat seismograf itu sudah lebih normal ya, kalaupun ada fluktuasi itu memang ciri gunung. Sekarang kita utamakan kebersihan supaya besok pengunjung melihat ini loh yang disebut manajemen sangkuriang, kami ingin jadi role model kemarin banyak debu sekarang sudah bersih," katanya.
Menurut Putra Kaban, sudah 30 truk mengangkut abu vulkanik selama dua hari terakhir. "Sudah ada sekitar 30 lebih karena memang kemarin tinggi abunya," ujarnya.
Abu vulkanik tersebut, lanjut dia, dipindahkan ke kawasan Cikole. "Ada tanah kami di bawah di Cikole. Karena abu ini bagus bisa menyuburkan, nanti kami pakai. Sudah banyak orang minta," katanya.
Terkait rencana membuka kembali TWA Gunung Tangkuban Parahu, Kaban mengaku akan mengkondisikan para pedagang yang terdampak debu vulkanik. Menurutnya, total ada 1.200 pedagang yang berjualan di sekitar lokasi wisata.
"Pedagang ini suka atau tidak suka adalah andalan kami. Besok kita akan briefing apakah clear. Kalau bisa kita bikin bertahap sampai ke atas. Semuanya masih situasional," katanya.
Terkini
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:57:25 WIB
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:51:09 WIB
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:48:00 WIB
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:39:32 WIB
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:34:59 WIB
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:31:30 WIB
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:26:26 WIB
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:23:07 WIB
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:18:57 WIB
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:13:39 WIB