Nasional

Ekonom Kritik New Normal, Berpotensi Bikin Ekonomi Ambruk

Petugas melakukan tes diagnostik cepat COVID-19 (Rapid Test) kepada warga di Kota Tangerang, Banten, Sabtu (30/5/2020).

GILANGNEWS.COM - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Media mengkritik langkah pemerintah untuk melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemi virus corona (covid-19).

Menurut dia, kebijakan tersebut justru berpotensi membuat ekonomi Indonesia jatuh lebih dalam.

"Memang, ketika relaksasi ada perbaikan ekonomi. Tapi ketika ada peningkatan kasus, ekonomi akan ambruk lagi. Indonesia masih berada pada tahapan pembatasan masyarakat,masih banyak angka kasus dan kematian cukup tinggi," ujarnya, dalam webminar, Selasa (2/6/2020).

Ia menekankan pemerintah sebaiknya fokus membatasi pergerakan masyarakat sampai kurva kasus positif covid-19 menurun dan masyarakat bisa dengan aman berkegiatan dengan protokol kesehatan yang disarankan WHO.

Apalagi, pemerintah masih belum bisa memastikan kapan new normal bisa dimulai dan PSBB dapat dilonggarkan. Ketidakjelasan ini menyebabkan masyarakat makin tak patuh atas kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah sebelumnya.

"Kami bisa menjustifikasi kesimpulan ini, misalnya pengumuman larangan mudik itu trennya di akhir-akhir masyarakat tidak mengindahkan larangan ini. Dan pelonggaran transportasi yang disampaikan 7 Mei, jadi makin kontraproduktif dan justru membuat masyarakat lebih banyak keluar rumah," terang Media.

Ia juga menyebut beberapa kebijakan pemerintah yang dinilai tidak efektif mengurangi pergerakan masyarakat selama pandemi.

Penetapan kedaruratan kesehatan kemasyarakatan pada 31 Maret 2020, misalnya, tidak efektif dan masyarakat tak memahami penetapan tersebut sampai ada ketentuan turunan soal PSBB.

"Mungkin beberapa orang juga cukup bingung, ini apa sih daerah darurat kesmas (kesehatan masyarakat) ini. Meskipun kemudian ada aturan PSBB yang operasionalisasinya masih membingungkan," pungkasnya.


Tulis Komentar