Inflasi Riau Tembus 4,95 Persen, Komisi II DPRD Soroti Kinerja Dinas Pangan dan Holtikultura
GILANGNEWS.COM - Inflasi di Riau secara year on year tembus 4,95 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 111,10. Beberapa komoditi yang menyumbang inflasi itu yakni cabai dan beras.
Dua komoditi ini merupakan penyumbang inflasi cukup besar di Riau. Apalagi, dua komoditi tersebut mayoritas didatangkan dari luar daerah.
Terkait kondisi itu, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau akan mengevaluasi kinerja Dinas Pangan dan Holtikultura Riau. Pasalnya, dua komoditi tersebut berada di bawah kendali Dinas Pangan dan Holtikultura.
Ketua Komisi II DPRD Riau Adam Syafaat mengatakan, meskipun pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau tercatat sebesar 4,92 persen, namun persoalan harga cabai dan beras masih sulit dikendalikan oleh dinas terkait.
"Karena itu, evaluasi perlu dilakukan, karena adanya kesenjangan antara perencanaan anggaran dengan realisasi di lapangan. Dalam APBD Murni 2025, misalnya, sudah dialokasikan anggaran untuk pengembangan 200 hektare lahan cabai di Riau. Namun, pada kenyataannya program itu defisit dan tidak terlaksana. Kami akui, kinerja dinas ini terlihat menurun," ujat Adam Syafaat, Selasa (18/11/2025).
Politisi PKS dari Dapil Rokan Hulu itu menyebut, untuk memenuhi kebutuhan cabai, Riau masih harus mendatangkannya dari Sumatera Barat. Ia menilai pendampingan dan realisasi bantuan untuk kelompok tani yang diprogram dinas tidak optimal.
"Programnya ada, tapi di lapangan tidak ada. Tidak ada yang didapatkan, baik dari sisi anggaran maupun pendampingan. Kelompok tani yang seharusnya menerima bantuan juga tidak mendapatkannya," ungkapnya.
Begitu juga dengan beras, yang dinilai gagal panen karena masalah irigasi. Menurutnya, banyak tanaman padi yang gagal panen akibat masalah irigasi, terutama saat musim kemarau.
"Irigasi kita tidak sampai ke ujung. Di Rokan Hulu, bendungan sudah dangkal. Air tidak disuplai dengan baik. Bahkan, bendungan yang seharusnya untuk irigasi justru dijadikan tempat wisata dan lokasi pembuangan sampah," pungkasnya.




Tulis Komentar