Jokowi Pertahankan 3 Pejabat Istana

Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:52:09 WIB
Moeldoko, Pramono Anung, dan Pratikno kembali dipercaya menduduki jabatan yang sama oleh Presiden Jokowi

GILANGNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertahankan tiga nama yang bertugas di lingkungan Istana Negara untuk lima tahun selanjutnya dalam Kabinet Indonesia Maju.

Mereka adalah Moeldoko, Pramono Anung dan Pratikno. Ketiganya dipercaya menduduki jabatan yang sama untuk periode 2019-2024.

Sebelumnya pada periode kepemimpinan Jokowi yang lalu, Moeldoko menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Kini, ia pun diminta untuk menjabat jabatan yang sama.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Ketiga puluh lima, Jenderal Moeldoko (sebagai) Kepala Staf Kepresidenan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.

    Kemudian yang kedua adalah Pramono Anung. Ia sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kabinet. Kini pun ia juga diminta menjadi pejabat dengan tugas yang sama.

    "Pramono Anung tetap Sekretaris Kabinet," ujar Jokowi.

    Selain itu yang ketiga adalah Pratikno yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara. Kini ia juga diminta menjabat jabatan tersebut.

    "Bapak Pratikno (sebagai) menteri Sekretaris Negara. Ini menjamin lalulintas kebijakan," tambah dia.

    Jokowi telah mengumumkan nama-nama menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara yang baru. Dia mengumumkan di Istana Negara, Jakarta, pada hari ini Rabu (23/10). Dia menamakan kabinetnya sebagai Kabinet Indonesia Maju.

    Berikut nama menteri kabinet 2019-2024 dan kementerian atau lembaga yang dipimpinnya, disusun berdasarkan daftar yang dibacakan Joko Widodo.

    1. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Mohammad Mahfud
    2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
    3. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhajir Effendy
    4. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi: Luhut Binsar Panjaitan
    5. Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto
    6. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
    7. Menteri Dalam Negeri: Tito Karnavian
    8. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Marsudi
    9. Menteri Agama: Fachrul Razi
    10. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Yasonna Laoly
    11. Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati
    12. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim
    13. Menteri Kesehatan: dokter Terawan
    14. Menteri Sosial: Juliari Batubara
    15. Menteri Ketenagakerjaan: Ida Fauziah
    16. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
    17. Menteri Perdagangan: Agus Suparmanto
    18. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Arifin Tasrif
    19. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
    20. Menteri Perhubungan: Budi Karya
    21. Menteri Komunikasi dan Informatika: Johnny G. Plate
    22. Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo
    23. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
    24. Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo
    25. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Abdul Halim Iskandar
    26. Menteri Agraria, Tata Ruang, dan Kehutanan: Sofjan Jalil
    27. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa
    28. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Tjahjo Kumolo
    29. Menteri BUMN: Erick Thohir
    30. Menteri Koperasi dan UKM: Teten Masduki
    31. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
    32. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Gusti Ayu Bintang Darmavati
    33. Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro
    34. Menteri Pemuda dan Olahraga: Zainudin Amali
    35. Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
    36. Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
    37. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Bahlil Lahadalia
    38. Jaksa Agung: ST Burhanuddin

    Terkini