Proyek LRT Masih Terkendala Lahan

Senin, 11 November 2019 | 15:10:16 WIB
Proyek LRT.

GILANGNEWS.COM - Proyek Pembangunan Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT) tahap I yang terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) masih terkendala pembebasan lahan.

Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto mengatakan hambatan terjadi di wilayah Bekasi Timur.

"Memang ada hambatan terkait pembebasan tanah. Saat ini menyisakan beberapa bidang di Bekasi Timur yang akan digunakan untuk lokasi depo," kata Budi di Jakarta, Senin (11/11).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Ia tak menyebut jumlah lahan yang masih mengalami masalah pembebasan tersebut. Ia hanya memastikan meskipun masih terkendala, pembangunan proyek terus berlanjut di sejumlah kawasan.  Pembangunan LRT tahap I di tiga lintasan, yakni lintasan Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, dan lintas Cawang-Bekasi Timur sudah mencapai 97,3 persen.

    "Saat ini secara total sudah mencapai 97,3 persen. lintasan Cawang -Cibubur sudah mencapai 84,2 persen. Di sana sudah melakukan dinamik test, jadi kereta sudah wara-wiri mencoba kecepatan," ungkap Budhi.

    Kemudian lintasan Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, pembangunan sudah rampung 50,3 persen. Sementara itu, lintasan Cawang-Bekasi Timur sudah mencapai 60,5 persen.

    Dengan pencapaian tersebut, Budi mengatakan secara keseluruhan proyek LRT sudah mencapai 67,3 persen. Selanjutnya, Budi mengatakan proyek LRT tahap satu akan dapat dirampungkan pertengahan Desember tahun ini.

    "Tahap satu ditargetkan Pertengahan Desember sudah rampung," tuturnya.

    Untuk tarif, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan akan dihitung setelah proyek selesai pada pertengahan 2021.

    "Operasional berlangsung 2021. Nanti kita akan melakukan justifikasi (tarif) saat menjelang operasional," kata Budi.

    Halaman :

    Terkini