GILANGNEWS.COM - Hasil penyelidikan Polres Jakarta Utara menemukan indikasi tawuran di kalangan pelajar dijadikan sebagai ajang hiburan. Indikasi itu berdasarkan temuan percakapan di grup WhatsApp para pelaku tawuran geng motor dan pelajar.
"Percakapan di grup WhatsApp para pelaku tawuran geng motor mengatakan itu hiburan, walaupun sudah ada korban yang meninggal, mereka masih menginginkan tawuran lagi," jelas Kapolres Jakarta Utara Kombes Polisi Budhi Herdi saat jumpa pers di Mapolres Jakarta Utara, Selasa (26/11).
Grup WhatsApp itu dihuni oleh para pelaku yang terlibat tawuran. Kapolres kemudian membacakan beberapa petikan percakapan lain. Seperti, "makasih hiburannya ya, persahabatan ya, jangan ada dendam di antara kita".