Rupiah Turun ke Rp14.120 per Dolar AS Tertekan Perang Dagang

Senin, 02 Desember 2019 | 12:04:11 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.120 per dolar AS pada Senin (2/12) pagi. Posisi tersebut melemah 0,09 persen dibandingkan akhir pekan lalu.

Namun nasib rupiah tak dialami mata uang lain. Pasalnya, pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea terpantau menguat 0,24 persen, peso Filipina 0,14 persen, dan yuan China 0,06 persen.

Selanjutnya, dolar Taiwan juga menguat 0,03 persen serta dolar Singapura dan ringgit Malaysia menguat tipis 0,02 persen. Pelemahan terjadi pada yen Jepang sebesar 0,17 persen, lira turki sebesar 0,03 persen, dan baht Thailand melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Sementara dolar Hong Kong berada di posisi stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS.

    Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar terpantau menguat terhadap dolar AS. Dolar Australia menguat 0,14 persen, dolar Kanada menguat tipis 0,02 persen dan euro sebesar 0,01 persen.

    Hanya Poundsterling Inggris yang terpantau melemah 0,14 persen terhadap dolar AS. Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen kesepakatan dagang antara AS dan China.

    Menurut Ariston, rupiah diprediksi akan semakin melemah karena aksi Presiden AS Donald Trump yang menandatangani Rancangan UU Demonstran Hong Kong pada pekan lalu.

    Sebagai akibatnya, pihak China pun mengaku akan membalas tindakan AS yang menurut mereka 'ikut campur' terhadap keadaan internal mereka. Ariston mengatakan hal tersebut akan meminimalisir terjadinya kesepakatan dagang antara kedua pihak dan dikhawatirkan akan mempengaruhi mata uang secara global, termasuk rupiah.

    "Kekhawatiran pasar masih membayangi prospek tersebut karena AS merilis UU Hong Kong. Ini akan memberikan tekanan ke rupiah," kata Ariston saat dihubungi media, Senin (2/12).

    Lebih lanjut, Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.150 per dolar AS hari ini.

    Terkini