Arus Banjir Seret Banyak Mobil, Ini Hitung-hitungan Matematisnya

Ahad, 05 Januari 2020 | 12:06:16 WIB
Mobil bertumpukan di Pondok Gede Permai akibat terseret arus banjir.

GILANGNEWS.COM - Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada 1 Januari menyisakan banyak pertanyaan. Salah satunya banyak mobil sampai bisa terseret arus air hingga bertumpukkan. Bagaimana bisa?

"Jadi terseretnya mobil dipengaruhi deras arus, kedalaman air, berat dan volume mobil," kata ahli teknik hidraulik Dr Suroso saat berbincang dengan wartawan, Minggu (5/1/2020).

Selain faktor di atas, posisi parkir mobil juga menentukan sebuah mobil bisa terseret arus. Bisa mobil diparkir searah dengan arus air, maka kemungkinan terseret lebih lama bila dibandingkan dengan parkir melawan arus banjir.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • "Semakin ringan bobot mobil, maka semakin mudah terseret dibandingkan dengan mobil yang bobotnya lebih berat," ujar peraih doktor dari Civil and Environmental Engineering, University of Stuttgart, Jerman itu.

    Suroso memberikan simulasi sebagai berikut. Kalau genangan banjir dengan kedalaman (0,3-0,4 meter), kecepatan arus aliran 1 meter/detik (3.6 km/Jam), mobil sudah mulai tidak stabil. Apalagi kedalamannya lebih dan kecapatan aliran airnya lebih deras.

    "Katakanlah kedalaman 2 meter, maka kecepatan arus air yang berpotensi menyeret sebuah mobil dengan kecepatan arus 0,5 meter/detik, dan tergantung jenis mobilnya," papar Sekretaris Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) itu.

    Terkini