Jokowi: Pembangunan Ibukota Baru Gunakan Skema Investasi, Bukan Pinjaman

Sabtu, 18 Januari 2020 | 19:46:28 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

GILANGNEWS.COM - Presiden Joko Widodo mengatakan dalam membangun ibukota baru di Kalimantan Timur, pemerintah akan menggunakan skema investasi dan kerja sama, bukan pinjaman.

"Yang kita tawarkan satu, tidak pinjaman. Kedua, tidak ada government guarantee, tidak ada. Jadi semuanya kerja sama," tegas Jokowi sapaan akrab kepala negara di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/1).

Untuk memudahkan Indonesia melakukan berbagai kerja sama, Jokowi telah mengundang tiga tokoh internasional sebagai dewan pengarah pembangunan ibukota negara baru.

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Ketiganya, adalah Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, CEO SoftBank Masayoshi Son, dan mantan perdana menteri Inggris Tony Blair.

    Jokowi menyebutkan dewan pengarah tersebut merupakan figur-figur yang memiliki reputasi baik di dunia internasional.

    "Karena saya melihat beliau-beliau ini adalah person-person yang memiliki reputasi yang baik di dunia internasional. Nantinya memang kitalah yang menyelesaikan operasional persoalan-persoalan yang ada di lapangan," jelasnya.

    Selain itu, menurut Jokowi, pemilihan tokoh-tokoh tersebut juga diharapkan bisa membangun kepercayaan dari dunia internasional. Dengan terbangunnya kepercayaan, maka akan memudahkan bagi Indonesia untuk melakukan berbagai kerja sama.

    "Kerja sama KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha), PPP (public private partnership), dan kerja sama yang lainnya yang akan segera kawasan ini bisa segera diselesaikan. Jadi arahnya ke sana," imbuhnya.

    Terkini