GILANGNEWS.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil menyanjung Sri Mulyani memiliki komitmen serupa dengan PBNU untuk menyejahterakan rakyat kecil, usai Menteri Keuangan Indonesia itu disebut menambah jatah kredit murah menjadi Rp1,7 triliun.
"Ini kita tunggu-tunggu, sudah agak lama, sementara kemarin ada vakum, macet, seakan-akan hilang komunikasi. Sekarang alhamdulillah sudah nyambung lagi dan sama-sama punya komitmen, punya niat ingin peduli dengan masyarakat kecil," kata Said usai pertemuan di kantor PBNU pada Rabu (22/1) dan dikutip dari rekaman video pertemuan diunggah akun Youtube NU Channel, Rabu (22/1).
Dalam video itu, Said juga menyebut nilai bantuan yang dicantumkan pada Memorandum of Understanding telah dinaikkan Rp200 Miliar dari semula Rp1,5 Triliun.