GILANGNEWS.COM - Komisioner KPAI Ai Maryati mendorong kepolisian mengusut kasus prostitusi Cafe Khayangan hingga tuntas. KPAI meminta polisi memeriksa aliran dana kafe tersebut, yang disebut mampu menghasilkan omzet Rp 1-2 miliar per bulan.
"Saya mau dorong polda jangan hanya sampai pada mengungkap yang di bawah, tapi tariklah sampai pada persoalan mami itu, sampai uang Rp 2 miliar, itu dia aliran rekeningnya ke mana," kata Maryati kepada wartawan, Sabtu (25/1/2020) malam.
Maryati menuturkan, dalam kasus prostitusi, dia kerap mendengar informasi ada pihak-pihak yang turut membantu atau melindungi jalannya bisnis lendir tersebut. Dia mempertanyakan apakah nantinya polisi akan 'menguliti' kasus ini hingga ke tahap tersebut.