7 Imported Case Baru Corona, Total 20 Tertular di Luar Negeri

Kamis, 12 Maret 2020 | 12:55:22 WIB
Juru bicara pemerintah untuk penanganan corona Achmad Yurianto.

GILANGNEWS.COM - Juru bicara pemerintah khusus penanggulangan Virus Corona  20 kasus di antaranya merupakan imported case atau tertular saat ada di luar negeri.

Hal itu diketahui setelah ada tambahan tujuh pasien baru yang positif terjangkit Virus Corona, Rabu (11/3). Tujuh kasus itu semuanya digolongkan sebagai imported case.

"Semuanya adalah imported case," kata dia, di Jakarta, Rabu (12/3).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Yurianto merinci pasien baru itu adalah pasien 28 yang merupakan laki-laki (37 tahun) dengan kondisi sakit ringan.

    Pasien nomor 29 adalah pria (51 tahun) yang mengalami sakit sedang dan tidak sesak.

    Pasien 30, laki-laki (84 tahun) tampak sakit sedang.

    Pasien 31, perempuan (48 tahun), sakit ringan sedang.

    Pasien 32, laki-laki (45 tahun), kondisi sakit ringan sedang.

    Pasien 33, laki-laki (29 tahun), kondisi sakit ringan sedang.

    Pasien 34, laki-laki (42 tahun), sakit ringan sedang.

    Sebelumnya, Yurianto menyebut ada 13 pasien Virus Corona yang merupakan imported case.

    Soal negara lokasi pasien-pasien itu tertular Virus Corona, Yurianto hanya menyebut itu adalah lokasi-lokasi yang banyak penularan virusnya.

    "Coba, kalau paling banyak orang Indonesia pergi kemana aja? Ya dekat-dekat aja, enggak jauh-jauh, situ-situ aja," ujar dia.

    Para WNI itu, kata dia, pergi ke negara-negara itu dengan tujuan umumnya berlibur atau berkunjung ke rumah kerabat.

    "Ini yang menjadi perhatian karena mereka datang dari negara-negara yang sudah banyak penularan. Sama dengan Malaysia yang mewaspadai kita juga," katanya.

    Terkini