GILANGNEWS.COM - Bank Indonesia (BI) mengklaim pelemahan nilai tukar rupiah beberapa hari terakhir disebabkan oleh tingginya kebutuhan korporasi terhadap valuta asing (valas). Kondisi tersebut meningkatkan permintaan valas di pasar keuangan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan kebutuhan valas biasanya memang tinggi jelang akhir bulan. Permintaan yang tinggi itu membuat ketersediaan dolar Amerika Serikat (AS) semakin terbatas, sehingga rupiah tertekan terhadap dolar AS.
"Kalau dari dalam negeri tentu kebutuhan valas korporasi jelang akhir bulan relatif tinggi. Ini menambah permintaan valas," ucap Perry dalam video conference, Rabu (29/4).