8.543 ODP dan OTG di Riau Jalani Rapid Test Covid-19, Hasilnya 112 Positif

Selasa, 12 Mei 2020 | 12:22:24 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Sebanyak 8.543 Orang Dalam Pemantuan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 dilakukan pemeriksaan dengan rapid test.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, rapid test dilakukan di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

Dari 8.543 orang yang diperiksa, lanjut Mimi Nazir, 8.431 orang hasilnya negatif, dan 112 orang positif.

  • Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Tambah Peserta Pekerja Informal
  • Baca Juga Kini BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program Jaminan Pensiun.
  • Baca Juga Biaya Kecelakaan Kerja bagi yang ikut Program BPJS diTanggung 100 %
  • "Seluruh ODP yang dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test tersebut langsung ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan diisolasi di rumah sakit," terang Mimi, Selasa (11/5/2020).

    Kemudian ODP dan OTG yang hasil rapid testnya positif tersebut diambil sampel swabnnya untuk diuji menggunakan PCR.

    "Untuk membuktikan hasil rapid test itu harus dilakukan swab PCR, kalau hasilnya positif maka langsung dilakukan perawatan. Kalau negatif berarti aman," ucapnya.

    Masih kata Mimi, sampai saat ini Pemprov Riau sudah mendistribukan sebanyak 9.660 alat rapid test ke seluruh kabupaten/kota. Pendistribusian alat rapid test ini dilakukan melalui dua tahap.

    "Tahap pertama kita distribusikan 7.420 rapid test dan tahap ke dua sebanyak 2.240 rapid test. Itu tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Riau," paparnya.

    Berikut rincian ODP dan OTG yang dilakukan pemeriksaan alat rapid test di kabupaten/kota se-Riau:

        Pekanbaru 1.381 orang
        Meranti 596 orang
        Pelalawan 226 orang
        Dumai 1.836 orang
        Rokan Hulu 747 orang
        Rokan Hilir 726 orang
        Indragiri Hulu 308 orang
        Indragiri Hilir 542 orang
        Kampar 743 orang
        Kuansing 136 orang
        Bengkalis 963 orang
        Siak 339 orang

    Terkini