Wabah Virus Corona Belum Selesai, Kini Ditemukan Virus Bubonic pada Tupai

Rabu, 15 Juli 2020 | 11:05:18 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Tahun 2020 seakan jadi tahun yang panjang bagi sebagian besar umat manusia. Saat pandemi virus Corona masih melanda dunia, kini ditemukan virus bubonic atau pes pada tupai.

Pada Selasa (14/7/2020), seekor tupai di Jefferson County, Colorado, Amerika Serikat, terbukti terinfeksi virus pes yang di abad ke-14 menjadi pandemi bernama black death.

Pandemi black death merupakan salah satu krisis kesehatan terparah sepanjang sejarah manusia yang memakan korban jiwa hingga 50 juta orang.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • "Wabah ini adalah penyakit menular yang disebabkan bakteri Yersinia pestis, dan dapat ditularkan oleh manusia dan hewan," kata pejabat kesehatan di The Town of Morrison, Jefferson County.

    "Namun, jika tindakan pencegahan yang tepat diambil, risiko terkena wabah sangat rendah,” tambahnya.

    Temuan virus bubonic pada tupai membuat departemen kesehatan masyarakat setempat meminta para pemilik hewan untuk waspada.

    Mereka juga diminta berkonsultasi ke dokter hewan apabila peliharannya menunjukan gejala sakit.

    Gejala pes pada manusia meliputi demam tinggi, menggigil, sakit kepala dan mual, di antara tanda-tanda lain, terjadi dalam waktu satu minggu setelah paparan. Namun, wabah dapat diobati dengan antibiotik setelah diagnosis dini.

    "Anjing tidak rentan terhadap wabah, namun mereka dapat mengambil dan membawa kutu tikus yang terinfeksi penyakit pes,” tulis pernyataan departemen kesehatan.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB