Alasan Bali Jadi Proyek Percontohan Wisata di Tengah Pandemi

Sabtu, 29 Agustus 2020 | 16:51:37 WIB
Menparekraf Wishnutama menilai Bali memiliki posisi strategis di mata internasional.

GILANGNEWS.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengungkapkan Bali pantas menjadi proyek percontohan pariwisata di tengah pandemi virus corona dengan menerapkan program kebersihan, keamanan, dan keamanan (cleanliness, health, and safety/CHS).

Wishnutama mengungkapkan selama ini, Bali kerap menjadi tujuan wisatawan asing maupun lokal. Sebanyak 40 persen dari total wisatawan mancanegara mengunjungi Bali langsung dari negaranya sepanjang 2019.

"Belum yang lewat Bandara Soekarno-Hatta maupun lewat trip lain-lain. Artinya Bali itu sangat strategis," ujar Wishnutama dalam video conference, Jumat (28/8).

  • Baca Juga Terungkap! Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
  • Baca Juga Angkat Bicara! Kapolda Riau Sebut Pengamanan terhadap Masyarakat Selalu Berjalan
  • Baca Juga Breaking News! Bom Makassar, Walikota Ungkap Tak Ada Korban di Dalam Gereja Katedral
  • Baca Juga Sadis! Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Berserakan
  • Untuk itu, penting bagi pengelola wisata di Bali menerapkan protokol kesehatan. Sebab, ini bisa menjadi proyek percontohan atau model bagi destinasi wisata lainnya di Indonesia.

    "Itu juga bisa menjadi good news buat penanganan corona di Indonesia ke luar negeri," kata Wishnutama.

    Terpilihnya Bali juga tak lepas dari posisinya yang strategi di mata internasional. Jika pemerintah berhasil menerapkan protokol kesehatan di Bali, persepsi internasional akan positif terhadap Indonesia. Ini bukan hanya soal pariwisata, tapi dampaknya bisa meluas hingga ke investasi.

    "Investasi dan lain sebagainya juga (mendapatkan persepsi positif) mengingat ikon pariwisata ini Bali menerapkan protokol pariwisata dan sebagainya dengan baik. Jadi Bali sangat strategis," papar Wishnutama.

    Sebaliknya, bila protokol yang dijalankan di Bali buruk, dampaknya juga akan negatif bagi Indonesia.

    "Di Bali ini bisa memiliki dampak yang luas. Apa yang kami lakukan di Bali, negatif maupun positif, beri penyakit negatif memiliki impact yang besar di luar negeri," jelas Wishnutama.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB