9 Juta Orang Dites Corona dalam Sepekan, China Pakai Metode Batch Testing

Rabu, 14 Oktober 2020 | 17:37:35 WIB
Tes Corona massal di Qingdao, China.

GILANGNEWS.COM - Otoritas kesehatan di kota Qingdao, China, mempercepat tes virus Corona (COVID-19) terhadap seluruh penduduknya yang berjumlah 9 juta orang. Dalam misi tes Corona massal yang digelar sepekan ini, otoritas kota Qingdao menggunakan metode batch testing, atau memeriksa beberapa sampel sekaligus dalam satu waktu.

Pada Rabu (14/10/2020), metode batch testing diketahui menggabungkan 10 sampel sekaligus. Jika ada hasilnya yang positif Corona, maka 10 orang pemilik sampel itu akan dikarantina dan kembali dites secara individual.

Metode ini dianggap efektif oleh otoritas setempat. Wakil Direktur Kota Qingdao, Chen Wansheng, mengumumkan bahwa sejauh ini sudah lebih dari 7,5 juta orang menjalani tes Corona yang dimulai sejak awal pekan ini.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Total populasi di kota Qingdao mencapai 9 juta jiwa. Tes Corona massal diumumkan pada awal pekan ini setelah otoritas setempat mendeteksi 12 kasus penularan lokal pada akhir pekan lalu.

    "Kami perlu menguji seluruh populasi dalam waktu lima hari. Beban kerja kami sangat besar, dan waktu kami sangat ketat," ucap Wakil Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kota Qingdao, Zhang Huaqiang.

    Dari 7,5 juta orang yang telah menjalani tes, baru sekitar 4 juta orang yang hasilnya telah keluar. Diungkapkan Chen bahwa hasil tes dari 4 juta orang yang sudah keluar itu semuanya dinyatakan negatif Corona. Sejauh ini, belum ada kasus baru yang ditemukan dari tes Corona massal ini.

    Secara terpisah, seorang pakar media Hong Kong mempertanyakan efektivitas dari metode batch testing. Dr Jin Dongyan, seorang profesor virologi dari Universitas Hong Kong, menuturkan kepada CNN bahwa metode tes massal semacam itu hanya 'membuang-buang sumber daya' dalam banyak situasi, karena pasien Corona biasanya teridentifikasi dalam rentang waktu tertentu. Kasus-kasus tersembunyi, menurut Dr Jin, tidak bisa diidentifikasi sekaligus.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB