GILANGNEWS.COM - Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan bahwa menghina Nabi Muhammad dapat mendorong "kekerasan dan pertumpahan darah". Pernyataan ini menyusul pembelaan pemerintah Prancis atas penerbitan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.
"Menghina nabi bukanlah pencapaian. Itu tidak bermoral. Ini mendorong kekerasan," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi selama pertemuan kabinet mingguan, Rabu (28/10/2020).
"Mengejutkan bahwa ini datang dari mereka yang mengklaim budaya dan demokrasi, bahwa mereka entah bagaimana, bahkan jika secara tidak sengaja, mendorong kekerasan dan pertumpahan darah," tambahnya.