Mengapa Warga Thailand Berani Secara Terbuka Menentang Kekuasaan Raja?

Jumat, 30 Oktober 2020 | 13:20:28 WIB
Petugas keamanan menggunakan semprotan air guna membubarkan pengunjuk rasa di Bangkok tanggal 16 Oktober 2020.

GILANGNEWS.COM - Gelombang protes yang dilakukan belasan ribu warga muda Thailand sudah berlangsung sejak bulan Juli.

Ini adalah salah satu protes terbuka yang menyerukan supaya lembaga kerajaan yang selama ini dianggap sakral bagi mayoritas warga direformasi.

Mereka juga meminta agar pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha yang melakukan kudeta di tahun 2014 mundur.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Sejauh ini pemerintah sudah melarang demo dan menurunkan tentara di jalanan tetapi unjuk rasa tidak juga mereda.

    Namun belasan aktivis telah ditahan dengan tuduhan lain, antara lain penghasutan, karena keterlibatan mereka dalam protes.

    Tetapi pemerintah mengaku tidak menargetkan penentangnya dan mengatakan polisi hanya melakukan tugasnya untuk menegakkan aturan.

    Jadi bagaimana selanjutnya?

    Sejauh ini belum ada tuntutan pengunjuk rasa yang dipenuhi.

    Perdana Menteri mengatakan dia tidak mengundurkan diri atau menyerah pada 'tuntutan massa' namun mengatakan akan mendiskusikan ini di parlemen.

    Para pengunjuk rasa mengatakan mereka akan terus melakukan aksi sampai adanya perubahan.

    Jadi, kemungkinan besar ketegangan politik di Thailand ini masih akan terus berlanjut.

    Halaman :

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB