Ini 10 Negara Tujuan Utama Ekspor Non Migas Riau

Selasa, 17 November 2020 | 12:52:39 WIB
Ilustrasi.

GILANGNEWS.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, pada periode Januari-September 2020, ekspor non migas ke sepuluh negara tujuan utama memberikan kontribusi sebesar 64,35 persen terhadap total nilai ekspor non migas Riau.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Misfaruddin menjelaskan dari sepuluh negara tujuan utama, lima diantaranya memberikan kontribusi terbesar. "Tiongkok menjadi negara yang memberikan kontribusi terbesar," ujar Misfaruddin, Selasa (17/11/2020).

Ia merincikan, adapun 5 negara yang memberikan kontribusi terbesar adalah Tiongkok US$ 1,51 miliar (16,39 persen), selanjutnya India US$ 1,30 miliar (14,04 persen), Belanda US$ 531,70 juta (5,76 persen), Pakistan US$ 503,02 juta (5,45 persen), dan Malaysia US$ 422,92 juta (4,58 persen).

  • Baca Juga BPJS Ketenagakerjaan Tambah Peserta Pekerja Informal
  • Baca Juga Kini BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Program Jaminan Pensiun.
  • Baca Juga Biaya Kecelakaan Kerja bagi yang ikut Program BPJS diTanggung 100 %
  • "Adapun kontribusi kelimanya mencapai 46,22 persen. Sedangkan lima negara lainnya memberikan kontribusi sebesar 18,13 persen," cakapnya.

    Lanjut Misfaruddin, dari 10 negara terbesar tujuan ekspor non migas bulan September 2020 dibanding bulan Agustus 2020, sebanyak 5 negara mengalami kenaikan dan 5 negara mengalami penurunan. Kenaikan terbesar terjadi pada ekspor ke negara Malaysia sebesar US$ 27,40 juta, Singapura US$ 9,76 juta, dan Tiongkok US$ 8,63 juta.

    "Sedangkan penurunan ekspor terbesar terjadi ke negara Italia US$ 15,15 juta, Belanda US$ 10,81 juta, dan Vietnam US$ 9,28 juta," sebutnya.

    Masih kata Misfaruddin, ekspor non migas mengalami kenaikan sebesar 10,88 persen. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya ekspor industri sebesar 10,12 persen, dan ekspor pertanian sebesar 91,79 persen, dibanding periode yang sama tahun 2019.

    "Dilihat dari kontribusinya terhadap total nilai ekspor pada Januari-September 2020, ekspor non migas memberikan kontribusi sebesar 96,56 persen, sedangkan ekspor migas 3,44 persen. Besarnya peranan sektor non migas didukung oleh peran sektor industri sebesar 95,01 persen," ungkapnya.

    Terkini